Jumat, 21 Desember 2012

Jalan berliku mendongkrak jumlah wisatawan

Festival Tabot, sebuah perayaan religi yang digelar masyarakat Bengkulu untuk menyambut Tahun Baru Hijriah baru saja usai.

Harapan pemerintah untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Bengkulu lewat festival tahunan itu belum berbuah manis.

"Belum sesuai harapan, karena sebagian besar pengunjung adalah masyarakat lokal, kabupaten dan kota," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Hasanudin.

 Meski Festival Tabot sudah masuk dalam kalender wisata nasional, ternyata even itu belum mampu menjadi ikon wisata Bengkulu yang dikenal dengan sebutan "Bumi Rafflesia".

Dia mengatakan, Pemerintah Kota Bengkulu saja menargetkan 1 juta orang wisatawan setelah merilis Kota Bengkulu sebagai kota tujuan wisata pada awal 2012, namun belum terealisasi.

"Bahkan Kota Bengkulu sudah masuk dalam jaringan kota pusaka bersama 46 kabupaten dan kota lainnya di Indonesia, belum mampu membuat Bengkulu sebagai daerah tujuan wisata," tambahnya.

Hasanudin mengatakan meski tingkat kunjungan wisatawan belum sesuai harapan, namun peningkatan jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu jumlah wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Bengkulu sebanyak 210.751 orang pada 2009 meningkat menjadi 225.494 orang pada 2010 dan bertambah menjadi 227.276 orang pada 2011.

"Peningkatan jumlah wisatawan ini cukup positif jika dibandingkan pada 2006 dimana jumlah wisatawan ke Bengkulu hanya 77 ribu orang," katanya.

Upaya yang belum berbuah manis itu tidak membuat Disparbud Provinsi Bengkulu patah arang.

Pada rapat koordinasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu dengan kabupaten dan kota yang digelar 19 Desember 2012, kolaborasi kabupaten dan kota terus didorong untuk meningkatkan promosi wisata.

Pada rapat koordinasi itu juga dibahas tentang arah dan kebijakan pengembangan pembangunan kepariwisataan daerah itu.

Dinas kabupaten dan kota sebagai pemilik wilayah terus didorong untuk menetapkan lokasi wisata andalan.

"Promosi objek wisata dari 10 kabupaten dan kota akan kami gelar di Jakarta pada Maret 2013 untuk memperkenalkan pariwisata Bengkulu," katanya.

Memasukkan sektor pariwisata dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah tahun 2010-2015 diharapkan menjadi salah langkah baik membangun sektor kepariwisataan.

  
                                           Kurang promosi
Menurut Wakil Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Provinsi Bengkulu Gusnan Mulya, objek-objek wisata yang ada di daerah itu kurang promosi sehingga belum mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

"Promosi sangat kurang sehingga objek wisata Bengkulu yang cukup berkualitas tidak dikenal luas," katanya.

Promosi pariwisata menurutnya salah satu kunci untuk mengenalkan sektor pariwisata Bengkulu ke masyarakat luas.

"Memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit, tapi ini menjadi investasi bagi daerah," tambahnya.

Selain melalui berbagai media, promosi juga dapat dilakukan dengan menggelar berbagai even berskala nasional bahkan internasional di Bengkulu.

Selain promosi, kondisi infrastruktur, terutama jalan juga perlu menjadi perhatian pemerintah daerah.

"Sebagian besar jalan menuju lokasi wisata sangat buruk, sehingga promosi tanpa disertai kesiapan sarana prasarana penunjang juga tidak maksimal," tambahnya.

Menurut Gusnan, dari penjualan paket-paket wisata di Provinsi Bengkulu, wisata alam dan sejarah yang paling menonjol.

Wisata alam seperti pantai panjang dan ekowisata ke kawasan Pusat Konservasi Gajah (PKG) Seblat dan wisata sejarah di Kota Bengkulu.

"Asita bahkan sudah mempromosikan ekowisata khususnya habitat bunga rafflesia dan gajah Sumatra ke Berlin, Jerman awal tahun ini," katanya.

Eksotisme flora dan fauna hutan tropis Sumatra yang masih dapat ditemui di habitatnya mampu menarik wisatawan ke daerah itu.

Selain itu, benteng Marlborough peninggalan kolonial Inggris dan rumah pengasingan Bung Karno di Bengkulu juga menjadi objek wisata sejarah yang cukup dikenal dan selalu dipenuhi wisatawan.

  
                                         Tiga agenda nasional
Untuk meningkatkan kunjungan wisata ke daerah ini, Sekretaris Disparbud Provinsi Bengkulu, Asril mengatakan sudah menyusun tiga agenda berskala nasional yang akan digelar pada 2013.

Dalam perencanaan dinas itu, tiga agenda tersebut akan digelar Juni, September dan November 2013.

Agenda pertama yakni "Festival Bumi Rafflesia" pada Juni 2013 yang berisi berbagai kegiatan antara lain membatik kolosal, pemilihan putri pariwisata Provinsi Bengkulu, "Bengkulu Expo" yang digelar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM.

Dalam festival tersebut juga akan digelar pergelaran budaya Bengkulu, pameran hortikultura yang digelar Dinas Pertanian, dan lomba cipta lagu daerah.

"Ada juga kompetisi treatlon dan off-road," tambahnya.dan  "Rafflesia Beach Festival" yang digelar untuk memeriahkan hari pariwisata se-dunia.

Agenda kedua, "Rafflesia Beach Festival" pada September 2013 akan diisi dengan berbagai lomba bidang olahraga pantai seperti surfing atau selancar, voli pantai, dan lomba kuliner laut.

Pada festival ini juga digelar pemilihan Bujang Gadis Bengkulu, pameran "kemilau Sumatra", dan pemilihan putri pesisir yang diselenggarakan Dinas Kelautan dan Perikanan.

Sedangkan "Festival Tabot" pada November 2013 akan melombakan tari kreasi baru Melayu se-Sumbagsel, karnaval mobil hias, lomba nasyid se-Sumbagsel, sarasehan budaya daerah dan pemilihan putri busana Muslim.

Hasanudin mengatakan seluruh agenda wisata tersebut diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah ini. (Sumber: Antarabengkulu.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar