Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, kembali melaksanakan
kegiatan penanaman ratusan pohon mahoni dan matoa, di sepanjang jalan
parkantoran pemerintah setempat.
"Sebanyak 500 pohon mahoni dan
matoa yang kami tanam dalam lingkungan perkantoran pemerintah setempat,"
kata Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko, Risber A.
Razak, di Mukomuko, Sabtu.
Kemudian, lanjutnya, kegiatan serupa akan dilaksanakan di sepanjang
jalan menuju satuan pemukiman (SP) VI, dan sebanyak 500 lubang yang
disiapkan dan dibiarkan dulu setelah itu ditanami pohon.
"Lubangnya
sudah disiapkan sepanjang jalan SP VI atau tepatnya masuk Desa
Kotapraja, namun lubang yang telah digali itu kami biarkan dulu, setelah
ini baru ditanami pohon," katanya.
Menurut dia, hingga sekarang
sebanyak 20.000 pohon yang telah ditanami di sepanjang jalan dan
pemukiman penduduk yang tersebar di 15 kecamatan di daerah itu, dari
sebanyak 100.000 pohon yang disiapkan oleh pemerintah setempat.
"Bibit
pohonnya tersedia di Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan, dan
Kehutanan (BP2KP) setempat, tinggal lagi pelaksanaan penanamannya,"
tambahnya.
Ia menjelaskan, terus berlanjutnya kegiatan penanaman
pohon di daerah itu, selain dalam rangka penghijauan, juga menyambut
pekan daerah kontak tani nelayan andalan (KTNA) tingkat provinsi ke XIV
yang digelar di daerah itu pada bulan Juli 2013.
"Tujuan kita Mukomuko hijau, dan termasuk juga menyambut daerah ini sebagai tuan rumah pekan daerah," katanya.
Namun,
ia menyatakan, sangat kecewa karena dalam pelaksanaan penanaman pohon
itu, hanya dua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) setempat yang
berpartisipasi yaitu KLH dan BP2KP, sedangkan SKPD lain kurang peduli,"
katanya lagi.
Bahkan, lanjutnya, dari sekian banyak pohon yang
telah ditanami di depan kantor SKPD itu, sudah ada yang kelihatan layu
karena tidak dirawat sehingga menimbulkan kemarahan dari kepala daerah
setempat.
"Apa salahnya jika tanaman yang ada didepan kantor
sendiri itu dipupuk supaya subur, tetapi dibiarkan saja, wajar saja jika
bupati marah," tambahnya.
Menurut dia, setelah ditanam yang menjadi persoalan sekarang itu perawatan, agar pohon itu dapat tumbuh menjadi besar.
"Kami
memang ada kegiatan untuk penghijauan ruang terbuka hijau yang
disetujui anggarannya oleh DPRD setempat sebesar Rp850 juta, kemungkinan
dengan dana itu selain untuk penggadan pohon juga pelaksanaan penanaman
dan perawatan," katanya menerangkan. (Sumber: Antarabengkulu.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar